Cerita nyata ku bersama teman baik ku sekitar 3 tahun yang lalu, sebut saja namanya Asep sabtu malam kami berbincang bincang mengenai pertandingan volley di jati tujuh, jati tujuh adalah nama kecamatan yang ada di majalengka. Kami berencana untuk melihat pertandingan volley tersebut pada hari minggu atau besok nya. Derekdek.... cepatnya waktu berlalu pagi pun tiba kami sudah siap untuk berangkat dangan kendaraan bermotor kami siap berangakat sekitar jam 8 pagi kami sudah on the way keluar jalan desa H*****t kami pun berangkat menuju Jatitujuh namun naas ketika kami berada di turunan X pabrik gula kami di hentikan oleh polisi lalu lintas karena kami memang salah kami gak pakai helm, helm nya di simpan pada bagian depan motor . kami di hentikan dan ditanyakan tentang surat kendaraan bermotor dan sim, lantas asep menjawab sim nya gak ada dan stnk gak di bawa. Kami pun di gelandang menuju Pos Polisi setelah sampai di pos polisi motor kami pun di parkirkan aku menunggu di luar tanpa ku ketahui apa yang asep dan polisi itu perbincangkan. Setelah kedunya keluar asep menghampiriku dan berbisik kalau ntar polisi itu tanya sesuatu bilang iyah ajah, lantas aku pun menjawab Ok boss. Pollisi itu menghampiriku dan bertanya apa benar bapak nya seorang TNI aku pun menjawab iyah rumah nya di h***** t ya aku jawab iyah ajah. Polisi itu pun angkat bicara kembali tolong kamu hubungin bapak kamu. Asep pun dengan percaya diri merogoh saku di celana nya mengambil hp milik nya, dengan PD dia memanggil no di phone book nya namun naas jawab oeperator nya “sisa pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini.... Dst” spontan polisi itu pun berkata Kalian berdua lebih baik pulang dulu dan panggil bapak kamu sep untuk ambil motor nya.. kami gak langsung pergi Asep berkata kembali kalau bapak nya adalah seorang TNI. Seolah tak percaya dia menayakan kembali siapa nama bapaknya. Setelah di sebutkan namanya polisi itu berbincang dengan rekannya tentang nama TNI tersebut rekanya menjawab bahwa ada nama TNI atas nama tersebut. Setelah berbincang polisi itu menghampiri kami kembali dan tetap menyuruh kami untuk pulang, kami pun melangkah kan kaki baru berapa kaki kami langkah kan meniggalkan pos polisi tiba-tiba terdengar polisi itu memanggil “Ade.. Ade.. udah jangan pulang ini cepat kemari” kami pun menhampiri polisi itu dan bertanya “ada apa Pak?” polisi menjawab “udah sekarang kamu lanjutin ajah perjalanan nya dan helm nya pakai jangan di jadikan aksesoris” asep berkata “Owh pak maf tidak bisa begini saja kalau pun saya salah saya harus di hukum, tanpa memandang siapa bapak saya dan saya harus di kenakan sanksi” polisi itu pun berkata kembali “ ya wdah beneran gak apa apa untuk sekarang kamu saya maaf kan silah kan melanjutkan perjalanan anda kembali” tanpa buang – buang waktu asep mengambil kunci motornya memakai helm dan langsung pergi meniggal kan pos polisi.




0 komentar